Polda Jatim Memastikan Adanya Tersangka Dalam Insiden Amblesnya Jalan Gubeng

Polda Jatim Memastikan Adanya Tersangka Dalam Insiden Amblesnya Jalan Gubeng – Perkara jalan lenyap di Raya Gubeng, Surabaya, saat ini naik dari pengumpulan bukti-bukti ke penyelidikan. Bahkan juga, Polda Jawa Timur meyakinkan ada terduga dalam insiden Selasa (18/12) malam terus itu.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengemukakan hasil dari pendalaman ada unsur pidana atas peristiwa lenyapnya Jalan Raya Gubeng.

” Unsur yg berlangsung, kalau yg sangat telak merupakan layanan negara berwujud jalan yg alami rusaknya (lenyap 100 x 30 mtr. dengan kedalaman 20 mtr.) , ” kata Barung kala dilakukan konfirmasi, Sabtu (22/12) .

Ketentuan ini, lanjut Barung, dilaksanakan sehabis polisi periksa 35 saksi serta dua saksi pakar. ” Kami hendak memutuskan kalau ini merupakan pidana serta kami meyakinkan ada terduga, ” ujarnya.

Ke-35 saksi yg dikontrol itu terdiri pihak dari kontraktor project lantai paling dasar Rumah Sakit (RS) Siloam, PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) dan dua saksi pakar saksi semasing konstruksi serta jalan.

” Dari pihak PT NKE udah kita cek semua. Laboratorium forensik kita udah kerja, saksi ahlinya udah ada, ” katanya.

Dari bukti permulaan itu, Barung menyebutkan unsur pidana tercukupi. ” Kami mengulangi, kami yakinkan ada pidananya serta ada tersangkanya, ” papar Barung.

Bab siapa nama terduga serta dari pihak manakah, Barung menjelaskan hal semacam itu bakal diungkapkan langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan. ” Bakal diungkapkan langsung oleh Bapak Kapolda, ” jelasnya.

Dalam perkara ini, Barung pun mengatakan, kalau penyidik bakal menempatkan dua clausal juga sekaligus buat menangkap terduga, ialah Clausal 192 serta 194 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) .

Pokok ke dua clausal itu merupakan, tindakan individu atau group yg dengan berniat sebabkan rusaknya bangunan jalan raya umum dan membahayakan diancam hukuman maksimum 15 tahun penjara.

Barung memberi tambahan, sekarang pihaknya udah berikan otoritas jalan terhadap stakeholder yg ada buat mengerjakan perbaikan konstruksi dan seterusnya. ” PLN pun kerja pada tiang listriknya, ” ujarnya.

You might also like